Senin, 29 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Hukum Jepara Redaksi
3 Sep 2025 12:47 - 2 menit reading

Kapolres Jepara Menghimbau Ajak Warga Masyarakat Menjaga Konduktivitas Pasca Ricuh Demontrasi

Views: 279

Liputandesa.id — Jepara, [ Aksi demonstrasi di Kabupaten Jepara berujung ricuh dan anarkis. Ratusan massa yang sebelumnya melakukan aksi di sekitar Mapolres Jepara, pada Minggu malam (30/8/2025) bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Jepara. Dalam aksi tersebut, emosi massa tidak terkendali hingga terjadi penjarahan dan pembakaran sebagian fasilitas gedung wakil rakyat Kronologi Kejadian.

Kericuhan terjadi sekitar malam hari, ketika massa semakin memanas setelah melakukan orasi di depan gedung dewan. Amukan massa menyebabkan api berkobar di beberapa ruangan DPRD, sementara sejumlah fasilitas kantor mengalami kerusakan parah. Suasana kota Jepara sempat mencekam akibat kobaran api dan kepanikan warga sekitar.

Massa aksi yang terlibat hingga kini belum teridentifikasi secara detail. Aparat kepolisian menyatakan sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penjarahan dan pembakaran. Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material akibat kerusakan gedung cukup signifikan.

Peristiwa terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Jepara, yang menjadi sasaran kemarahan massa setelah sebelumnya melakukan aksi di depan Mapolres Jepara.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti massa bertindak anarkis. Namun, aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan.

Aparat kepolisian dibantu petugas pemadam kebakaran bergerak cepat mengendalikan situasi. Polisi memasang garis pengaman dan mengevakuasi sejumlah berkas penting dari gedung DPRD yang terdampak kebakaran.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan aksi anarkis.

ā€œKami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah Jepara. Jangan mudah terprovokasi dengan isu maupun informasi yang belum tentu benar atau bahkan hoaks,ā€ ujarnya kepada media, Rabu (3/9/2025).

Kapolres juga meminta masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai tanpa merusak fasilitas publik.

Hingga Rabu (3/9/2025), polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang kerusuhan. Aparat keamanan mengimbau warga tetap waspada, menjaga ketertiban lingkungan, dan tidak menyebarkan kabar bohong yang dapat memperkeruh keadaan. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *