
Semarang, 14 Agustus 2025 — Aula pertemuan di Semarang sore itu penuh warna. Spanduk besar bertuliskan Launching Sekolah Politisi membentang di panggung, disaksikan deretan tokoh partai, aktivis muda, dan mahasiswa dari berbagai kampus ternama.
Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsuri, secara resmi membuka acara dengan pidato membakar semangat peserta.
“Politik bukan sekadar jabatan, tapi ladang pengabdian. Sekolah politisi ini adalah langkah awal mencetak kader yang memahami esensi itu,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua OKK PN AMK sekaligus Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Ketua PW AMK Jateng Nganirichadl, Sekretaris PW AMK Jateng Nur Afif, Ketua PW GPK Jateng Haizul Ma’arif, Ketua GMPI Jateng, Ketua WPP Jateng, pimpinan PC AMK se-Jawa Tengah, serta perwakilan mahasiswa dari BEM Unisulla, Unika, Unwahas, UIN Semarang, Stikubank, dan USM.
Sebagai narasumber, Agus Sutisna menekankan pentingnya literasi politik bagi generasi muda. “Jangan pernah takut masuk politik. Justru, anak muda harus hadir untuk mengubah wajah politik menjadi lebih bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya, memancing anggukan setuju peserta.
Diskusi berlangsung dinamis, membahas isu kepemimpinan, strategi komunikasi politik, hingga peran organisasi sayap partai dalam pembinaan kader. Sekolah politisi ini dirancang tidak berhenti di acara peluncuran, melainkan dilanjutkan dengan rangkaian pelatihan intensif untuk membentuk politisi yang mumpuni—bukan sekadar pandai berbicara, tetapi juga bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Meski langit Semarang mulai berwarna jingga saat senja tiba, semangat para peserta tetap menyala. Launching ini menandai lahirnya wadah baru bagi politisi muda Jawa Tengah yang siap berkiprah dan membawa perubahan nyata bagi Indonesia. (Maskur)