
Liputandesa.id — Jepara [ Puluhan warga dari RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 07 Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, turun ke jalan pada Jumat (22/8/2025). Mereka menggelar protes terbuka terhadap Ahmad Shohib, Kepala Desa Srikandang, lantaran janji pengaspalan jalan yang sudah ditunggu sejak tahun 2022 tak kunjung direalisasi. 22/08/2025.
Warga dari tiga RT di RW 07, mulai dari pemuda, orang tua hingga tokoh masyarakat, bersatu menyuarakan aspirasi. Ketua RT 03, Sunarto, bahkan ikut angkat bicara lantang di hadapan media.
Mereka menuntut janji pengaspalan jalan tembus sepanjang jalur vital di lingkungan mereka. Spanduk-spanduk bernada sindiran dan kecaman dipasang di titik-titik strategis, dengan tulisan yang menyasar langsung sang kepala desa.

Aksi dilakukan di ruas jalan desa penghubung permukiman RW 07 ke jalan utama Desa Srikandang. Jalan yang menjadi urat nadi warga ini kini penuh lubang, rusak parah, dan membahayakan pengendara.”Ujar Sunarto dengan nada kecewa.
Tambahnya, Protes berlangsung pada Jumat pagi hingga siang hari, 22 Agustus 2025. Warga merasa dibohongi. Janji pengaspalan sudah dilontarkan sejak 2022, bahkan masuk Musrenbangdes. Namun faktanya, tiga tahun berlalu tanpa kejelasan. Ironisnya, yang muncul justru wacana tambal-sulam melalui program “klinik jalan” dari Dinas PUPR, padahal status jalan itu jelas jalan desa, yang seharusnya menjadi kewenangan desa melalui APBDes.
“Jalan ini akses vital ke sawah, sekolah, dan pasar. Kami hanya menagih janji. Jangan sampai masyarakat merasa dipermainkan. Kalau hanya tambal-sulam, sama saja buang-buang anggaran,” tegasnya.
Aksi digelar dengan damai namun penuh tekanan moral. Warga duduk di pinggir jalan, membawa kotak minuman, sembari membentangkan beberapa spanduk bertuliskan protes. Mereka kompak menolak rencana tambal-sulam dan menuntut pengaspalan total.

“Kami sepakat, jalan ini harus diaspal tuntas, bukan tambal-sulam. Jalur ini sudah lama tidak tersentuh pembangunan. Kalau petinggi tidak sanggup, lebih baik jujur daripada janji kosong.
Aksi berlangsung pada Jumat pagi hingga siang hari, 22 Agustus 2025. Warga merasa dibohongi. Janji pengaspalan sudah dilontarkan sejak 2022, bahkan masuk Musrenbangdes. Namun faktanya, tiga tahun berlalu tanpa kejelasan. Ironisnya, yang muncul justru wacana tambal-sulam melalui program “klinik jalan” dari Dinas PUPR, padahal status jalan itu jelas jalan desa, yang seharusnya menjadi kewenangan desa melalui APBDes.
Warga juga mengultimatum pemerintah desa. Bila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan mengenai realisasi pengaspalan penuh, mereka berencana menggelar aksi demo menyampaikan aspirasinya ke Balai Desa Srikandang untuk menuntut jawaban langsung dari Kepala Desa Ahmad Shohib.
Protes warga Desa Srikandang bukan sekadar soal jalan berlubang, melainkan simbol krisis kepercayaan terhadap pemerintah desa. Janji pembangunan yang tak ditepati dianggap sebagai bentuk ingkar komitmen.
.
Kades Srikandang Ahmad Shohib saat dikonfirmasi oleh awak media sambungan Watshaap, mengenai aksi protes warganya, ia tidak memberikan klarifikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Srikandang bungkam dan belum memberi klarifikasi. Red.
Satu tanggapan untuk “Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Srikandang RT 01, 02, 03 RW 07 Bentangkan Spanduk Aksi Protes”
Mksh udh bantu memviralkan