Sabtu, 27 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Jepara Politik Redaksi
15 Mei 2025 08:07 - 2 menit reading

Suasana Haru Warnai Tujuh Hari Wafatnya Gus Alam, Ketua DPRD Jepara “Teladan Itu Harus Diteruskan

Views: 257

Liputandesa.id — Jepara [ Suasana haru menyelimuti peringatan tujuh hari wafatnya H. Alamudin Dimyati Rois, atau yang akrab disapa Gus Alam. Acara yang digelar pada Selasa (13/5/2025) di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadlu 2, Kaliwungu, Kendal, tersebut tak hanya dihadiri oleh keluarga dan para santri, namun juga dipadati oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai daerah.

Salah satu tokoh yang hadir adalah Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna. Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Gus Alam, yang dikenal sebagai figur sederhana, merakyat, dan berkomitmen tinggi terhadap aspirasi masyarakat bawah.

“Gus Alam adalah contoh nyata bagaimana kekuasaan bisa digunakan untuk membela rakyat, bukan untuk menguasainya. Beliau sederhana, merakyat, dan konsisten memperjuangkan aspirasi dari bawah,” ungkap Agus dengan suara tertahan usai mengikuti doa bersama.

Menurut Agus, Gus Alam tidak hanya dikenang sebagai legislator mumpuni dari Fraksi PKB yang telah tiga periode duduk di DPR RI, tetapi juga sebagai sosok yang mampu menyatukan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kiprah politiknya. Ia menambahkan bahwa almarhum selalu terbuka terhadap siapa pun yang datang meminta bantuan, tanpa pandang bulu.

“Beliau tidak pernah membedakan siapa yang datang meminta tolong. Siapa pun yang datang, ditanggapi dengan hati terbuka. Itu teladan yang mahal. Saya pribadi merasa perlu meneruskan semangat itu di Jepara,” tegas Agus.

Diketahui, Gus Alam wafat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Pemalang pada Jumat dini hari (2/5/2025). Ia sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Budi Rahayu Pekalongan, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa pagi (6/5/2025).

Sebagai putra dari ulama kharismatik KH Dimyati Rois dari Kaliwungu, Kendal, Gus Alam dikenal luas karena sikap santun, kepedulian sosial, dan komitmennya dalam memperjuangkan umat. Kini, sosoknya telah tiada, namun semangat perjuangannya terus hidup di hati banyak orang. Dan bagi Agus Sutisna, warisan teladan Gus Alam bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus diteruskan dalam karya nyata.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *