Sabtu, 27 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Politik Redaksi
28 Apr 2025 18:20 - 2 menit reading

Seni Ukir Jepara Didorong Menjadi Warisan Budaya Dunia, Bosnia-Herzegovina Siap Membantu

Views: 155

Liputandesa.id — Jakarta, [  Duta Besar Bosnia-Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu upaya pencatatan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO.(28/04/2025).

Dukungan ini diberikan dalam rangka mendorong seni ukir Jepara agar memperoleh pengakuan dunia melalui mekanisme inskripsi UNESCO. Bosnia-Herzegovina sebelumnya telah berhasil mendaftarkan seni ukir Konjic sebagai WBTB UNESCO pada tahun 2017, sehingga pengalaman mereka sangat berharga bagi Indonesia, khususnya Jepara.

Pertemuan berlangsung antara Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dengan Duta Besar Bosnia-Herzegovina, Armin Limo. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Ismunandar (Duta Besar Indonesia untuk UNESCO periode 2021–2024), Dr. Usman Kansong (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI), dan Dr. Radityo Fajar Arianto (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI).

Di mana dan kapan pertemuan berlangsung?
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI lantai 9, Gedung Nusantara III, Kompleks DPR RI, MPR RI, dan DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Senin (28/4/2025).

Menurut Lestari Moerdijat, seni ukir Jepara memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jepara. Pencatatan sebagai WBTB UNESCO dinilai penting untuk memperkuat upaya pelestarian dan memperluas pengakuan internasional terhadap keunikan seni ukir Jepara.

Duta Besar Armin Limo menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah kementerian di Bosnia-Herzegovina, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Urusan Sipil, dan Kementerian Kebudayaan.
Lebih lanjut, Kementerian Kebudayaan Bosnia-Herzegovina akan mengomunikasikan rencana ini dengan Pemerintah Kota Konjic, yang memiliki pengalaman dalam proses inskripsi seni ukir Konjic ke UNESCO.

Armin Limo juga berharap agar Duta Besar Republik Indonesia untuk Bosnia-Herzegovina turut melakukan pendekatan ke Pemerintah Kota Konjic guna memperlancar proses tersebut.

Lestari Moerdijat, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah (mencakup Kabupaten Jepara, Demak, dan Kudus), berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan penting untuk mewujudkan harapan besar masyarakat Jepara agar seni ukir mereka diakui dunia.

ā€œDengan tercatatnya seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, eksistensi dan upaya pelestariannya akan semakin kuat,ā€ ujar Lestari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *