Senin, 29 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Jepara Politik Redaksi
7 Sep 2025 22:13 - 2 menit reading

Wacana Relokasi Pasar Pecangaan Jadi Sorotan Publik

Views: 97

Liputandesa.id — Jepara [ Wacana relokasi Pasar Pecangaan ke lahan belakang Terminal Pecangaan memicu sorotan masyarakat. Rencana tersebut dianggap menimbulkan tanda tanya, terutama karena proyek pembangunan Pasar Bangsri yang sejak lama dikerjakan hingga kini masih mangkrak dan belum juga tuntas.(07/09/2025).

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar dan PKL Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Abdul Ghofur, mengungkapkan alasan relokasi. Menurutnya, aktivitas perdagangan di Pasar Pecangaan kerap menimbulkan kemacetan di ruas jalan Jepara–Kudus, terutama pada jam padat pagi dan sore hari.

ā€œDari hasil rapat dengan Bappeda dan Asisten II, memang berencana untuk merelokasi Pasar Pecangaan,ā€ ujarnya, Senin (4/8/2025).

Lokasi yang dipilih berada di belakang Terminal Pecangaan dengan status lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Ghofur menyebut, lokasi ini dianggap lebih aman dari potensi sengketa. Disperindag juga telah melakukan sosialisasi dengan pedagang agar tidak muncul pro dan kontra ketika relokasi benar-benar dilaksanakan.

Saat ini, Pasar Pecangaan menampung sekitar 1.600 pedagang. Pemkab menargetkan pasar baru mampu menampung lebih banyak pedagang, termasuk mereka yang selama ini berjualan musiman atau di pinggir jalan. Selain persoalan kemacetan, alasan lain relokasi adalah kondisi bangunan Pasar Pecangaan yang dinilai sudah tua karena dibangun sejak era kolonial dan secara fisik dianggap tidak layak.

Namun, wacana relokasi ini menuai kritik masyarakat. Banyak yang mempertanyakan urgensinya, mengingat pembangunan Pasar Bangsri yang digadang sebagai pasar modern di wilayah utara Jepara hingga kini tak kunjung rampung.

ā€œPasar Bangsri saja mangkrak belum selesai. Ini kok malah ada wacana relokasi Pasar Pecangaan. Jangan sampai proyek pasar mangkrak lagi sementara kebutuhan rakyat diabaikan,ā€ tulis seorang warga di media sosial.

Kekhawatiran publik ini semakin kuat karena ada catatan buruk sejumlah proyek pasar sebelumnya, seperti Pasar Ikan Karangaji yang juga mangkrak dan tak jelas manfaatnya bagi pedagang maupun masyarakat.

Tahun anggaran 2025, Pemkab Jepara kembali mengalokasikan Rp13,1 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Bangsri. Namun, langkah ini dipertanyakan publik karena Pemkab tengah mengalami defisit anggaran hingga harus mengajukan pinjaman ke Bank Jateng demi membiayai proyek-proyek pembangunan.

Kini, masyarakat menunggu kepastian langkah Pemkab Jepara terkait kelanjutan pembangunan Pasar Bangsri sekaligus rencana relokasi Pasar Pecangaan. Publik berharap pemerintah daerah memberikan kejelasan soal jadwal pembangunan, sumber anggaran, dan solusi bagi pedagang yang sudah memiliki kios atau lapak di Pasar Pecangaan. (Gun ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *