Sabtu, 27 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
4 Sep 2025 14:05 - 2 menit reading

Pemkab Jepara Bidik Pasar Timur Tengah Dan Afrika Lewat TATAH, IFEX, dan INDEX Dubai 2026

Views: 72

Liputandesa.ud — Jepara [ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan strategi besar untuk memperluas pasar produk ukir, mebel, dan furnitur ke kancah internasional. Tahun 2026, Jepara akan tampil di tiga ajang penting: Pameran Seni Ukir TATAH 2026, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, dan Interior Design and Furniture Exhibition (INDEX) Dubai 2026.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo yang meluncurkan Paviliun Jepara pada Kamis (4/9/2025) di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara. Acara bertajuk Market Entry 2026 tersebut dihadiri oleh organisasi pelaku usaha, antara lain HIMKI Jepara Raya, Kadin, Hipmi, APKJ, Jepara Gerak, dan Komunitas Ukir Jepara.

Pemkab Jepara akan menggelar TATAH 2026 sebagai pameran seni ukir perdana, ikut serta dalam IFEX 2026 yang menjadi ajang pameran furnitur terbesar di Indonesia, serta melakukan debut pada INDEX Dubai 2026, salah satu pameran furnitur internasional paling bergengsi di kawasan Timur Tengah.

TATAH 2026: 17 April – 17 Mei 2026, Galeri Nasional Jakarta. IFEX 2026: 5 – 8 Maret 2026, ICE BSD Tangerang. INDEX Dubai 2026: 2 – 4 Juni 2026, Dubai World Trade Centre, Uni Emirat Arab.

Menurut Bupati Witiarso, tiga event tersebut punya nilai strategis. TATAH 2026 memperkuat branding ā€œJepara The World Carving Centerā€, IFEX 2026 menegaskan Jepara sebagai pemain utama furnitur nasional, sedangkan INDEX Dubai 2026 menjadi pintu masuk pasar Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) yang memiliki daya beli tinggi untuk produk furnitur premium.

ā€œKeikutsertaan di INDEX Dubai bukan sekadar misi dagang, tetapi juga diplomasi ekonomi dan budaya. Ini istimewa karena untuk pertama kalinya Jepara ikut serta,ā€ tegas Witiarso.

Kepala Disperindag Jepara, Zamroni Lestiaza, menjelaskan Pemkab akan memfasilitasi pelaku usaha agar siap bersaing. Jumlah peserta dari Jepara di IFEX meningkat dari 8 pelaku usaha pada 2024, menjadi 10 di 2025, dan ditargetkan 20 pada 2026.

Untuk INDEX Dubai, Pemkab akan memfasilitasi 6 pelaku usaha hasil kurasi profesional, sementara perusahaan skala besar didorong ikut secara mandiri. ā€œSeleksi dilakukan ketat, agar yang berangkat benar-benar punya kualitas dan kapasitas produksi ekspor,ā€ ujarnya.

Ketua DPD HIMKI Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita, menilai langkah Pemkab sangat positif. ā€œBukan hanya eksportir yang terbantu, tetapi juga pengrajin dan UMKM. Ini akan memperkuat daya saing Jepara sebagai pusat mebel dunia,ā€ katanya. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *